May 10, 2019 - 10:07
pb1
post image

Cara Saya Menggunakan Clapper Board Saat Syuting Film


Bagaimana cara menggunakan clapper board? Apa sih fungsinya? Nah, ini salah satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan. Tidak jarang orang menganggap clapper (atau sering disebut juga slate) hanya untuk keren-kerenan saja. Tidak banyak yang tahu betapa pentingnya papan mungil yang satu ini dalam produksi film.

Fungsi clapper amatlah krusial. Salah satu rekan kami yang bekerja sebagai clapper dan script continuity mengatakan, begitu clapper board dibunyikan, maka suara dan gambar yang direkam akan ‘menikah’. Yang dimaksud menikah disini adalah sinkron alias menyatu. Sebelum kami jelaskan fungsinya, maka penting juga kami jelaskan bagian-bagian penting yang ada di dalam clapper board:


Foto: Berbagai sumber


BACA JUGA: Cara Membuat Film Pendek Semakin Sinematik (Tips Membuat Video Cinematic)

Judul Film

Untuk memudahkan penyimpanan dan pemindahan data dan supaya tak tertukar dengan project-project lain, maka penting sekali untuk mencatat judul film di bagian atas clapper board.

Slate

Nomor slate adalah urutan nomor gambar tersebut di ambil. Dimulai dari nomor 1 dan akan bertambah terus hingga semua gambar berhasil terambil. Jadi, jika ada nomor 376 di dalam kolom slate, itu artinya gambar tersebut adalah gambar ke 376 yang diambil selama syuting.



Scene

Kolom ini menjelaskan scene berapa yang sedang diambil. Kolom ini akan diisi sesuai naskah. Jadi jika kita ingin mengambl scene 9 di naskah, maka tulislah angka 9 di kolom tersebut.

Shot

Setiap scene terdiri dari pecahan-pecahan shot. Jumlahnya tentu beragam tergantung kebutuhan sutradara. Kadang ada adegan yang hanya membutuhkan 1 shot panjang, namun bisa jadi lebih dari 10. Nah, angka-angka inilah yang dicatat di kolom shot.

Take

Setiap shot akan diambil berulang-ulang sampai sutradara merasa cukup puas dengan yang diambil. Jadi, selama sutradara belum merasa puas dengan shot yang sedang direkam, maka jumlah take akan bertambah terus.


BACA JUGA: Cara Shooting Dengan Satu Kamera?

Nama Sutradara

Nama sutradara dicatat untuk informasi saat post-production.

Nama DOP (Director Of Photography)

Nama DOP juga dicatat untuk informasi saat post-production.

Tanggal Syuting

Biasanya film pendek diambil selama 3-4 hari, mungkin kurang mungkin lebih. Sementara film panjang bisa menghabiskan 2 minggu sampai 1 bulan, mungkin kurang mungkin lebih. Biasanya data yang direkam akan berjubel. Tanggal syuting penting dicatat di clapper board untuk memudahkan pendataan setelah syuting direkam.

Card

Di era digital, medium perekaman banyak menggunakan kartu, mulai dari SD Card, CF Card, hingga SSD. Satu kartu hanya bisa merekam jumlah shot tertentu, maka selama syuting kita akan berhadapan dengan banyak sekali kartu. Maka, penting untuk mencatatnya di clapperboard, agar pendataan akan semakin mudah.


BACA JUGA: Penting Dalam Susunan Kru Film

Day / Night

Kadang adegan malam tidak selalu diambil malam hari, sebaliknya adegan siang mungkin saja direkam malam hari. Oleh karena itu, penting pula mencatat apakah adegan tersebut memang berlatar malam atau siang sesuai dengan naskah.


Foto: Berbagai sumber

Cara Menggunakan Clapper Board

Seorang yang bertugas mencatat informasi di clapper board disebut clapper. Biasanya clapper akan bekerja dibawah Script Continuity dibawah depertemen penyutradaraan. Ia akan bekerjasama dengan Pencatat Adegan / Penanggungjawab Naskah / Script Supervisor untuk mendata kesinambungan gambar. Informasi yang ditulis di clapperboard akan dicatat oleh Pencatat Adegan dalam secarik kertas, untuk memudahkan penyunting gambar / editor dalam bekerja di post-production. Lihat contoh dokumennta di bawah ini:

Cara menggunakan clapper board, pertama-tama Astrada akan memberikan perintah “SLATE IN”.


BACA JUGA: Lakukan 3 Cara Posisi Penting Untuk Melakukan Proses Pembuatan Film

Jika kamu seorang clapper maka waspadalah dengan kalimat ini. Maka peganglah clapper board ke depan kamera. Bukalah bagian clapnya jika suara direkam di adegan tersebut, sebaliknya tutup bagian clapnya jika suara tidak direkam.

Setelah itu, tunggu aba-aba dari asisten sutradara yang akan mengatakan “SOUND”. Setelah aba-aba itu, maka perekam suara atau sound recordist akan berterika “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa alat perekam suara sudah berputar.

Setelah mendengar itu, maka bacalah informasi sesuai dengan yang ada dalam slate tersebut, mulai dari slate, scene, shot, dan take. Sebagai contoh: “Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”. Nah, jika yang sedang direkam adalah take 2 dan seterusnya, maka cukup membaca: “Slate 231, Take 2!”.

Setelah itu, tunggulah aba-aba dari asisten sutradara, “CAMERA?!”. Setelah aba-aba ini, operator kamera juga akan menjawab “SPEED!” atau “ROLL!” yang mengartikan bahwa kamera sudah merekam.

Setelah aba-aba itu, tutuplah dan tepuklah clapper board tersebut sehingga berbunyi. Jangan buru-buru keluar dari jangkauan kamera dan biarkan kamera merekam clapper board yang tertutup kurang lebih 1 detik. Setelah itu, keluar dan sembunyilah agar kamu tidak merusak adegan yang akan di rekam.

Asisten sutradara akan memberi aba-aba “ACTION!” yang mengartikan bahwa pemain boleh memulai adegan.

Apa Itu End Slate?

End Slate digunakan jika angle pembuka adegan tidak mungkin disisipi clapper board. Atau jika ada momen yang butuh segera direkam secara cepat. Prinsipnya sama dengan sebelumnya, namun End Slate dibaca justru setelah adegan selesai dilakukan. Biasanya asisten sutradara akan memberikan aba-aba End Slate yang mengartikan bahwa clapper board baru akan ditepuk di akhir adegan. Perhatikan aba-aba ini dan bersiaplah dengan aba-aba “CUT!” dari sutradara. Setelah sutradara memberi aba-aba “CUT!”, maka segeralah masukan clapper board ke dalam frame dalam keadaan terbalik dan tepukan clapper board tersebut. Setelah itu, bacalah informasi yang ada di clapper board seperti biasa.


Foto: Berbagai sumber

Sinkronisasi Gambar & Suara

Saat post-production, editor atau penyunting gambar akan mencari gambar yang ia butuhkan sesuai dengan informasi di clapper board dan laporan oleh script supervisor. Misalnya script supervisor mencatat bahwa sang sutradara menyukai “Slate 231, Scene 8, Shot 1, Take 1”. Maka editor akan mencari footage tersebut sesuai dengan informasinya.

Nah, setelah itu, penyunting gambar akan mencari file suara Slate 231. Ia akan mencari titik peak dari file suara yang direkam. Ini dengan logika suara dan gambar direkam terpisah ya, sebagaimana hampir semua film merekam suara dan gambar dengan alat yang berbeda dan terpisah.

Setelah itu, kedua titik tersebut digabungkan dan dimasukan ke dalam timeline. Alhasil, suara dan gambar pun menyatu dan siap untuk ditata dan dikelola. Jadi sekarang sudah paham dong cara kerja clapper board? Dan sekarang make sense juga dong istilah ‘menikah’ tadi? Jika ada pertanyaan atau komentar langsung saja ya ditulis di kolom komentar di bawah ini!

Bagaimana? apakah kamu menyukai dengan tulisan artikel Bian?
Jika kamu menyukainya, silakan tulis pendapatmu di kolom komentar ya gengs 😊

atau untuk menulis komentar
Sukai Medialova

Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dan sopan. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.
Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM! tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)
Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke teman, sahabat, pacar, keluarga ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn.
Ini adalah artikel dari komunitas Medialova dan telah disunting sesuai standar penulisan kami. Andapun bisa membuatnya disini.
Penayang artikel dari pengguna Medialova yang diposting di halaman M-story yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Medialova, jika mengambil isi konten dari Medialova, harap mencantumkan sumber konten link website Medialova. Seluruh isi konten Medialova, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) medialova.com.

DISCLAIMER

m e d i a l o va
medialovestory
logo medialova
MODERATOR: Vioza, Agez, Feronica
TEAM EDITOR: Bian, Ayoe, Roys
MediaLova
Rilis 25/07/2020 - v.1.0.8
Iklan
Netflix
Kerjasama

medialova.com[at]gmail.com
Netflix
Administrator
Bian Penulis Terverifikasi Konten Redaksi Medialova
Bian Dinnurjand CEO Founder at Medialova Production.

Penulis adalah aktivis sastra teater. Selain aktif di dunia bisnis, juga punya hoby tulis menulis.

Artikel yang kami muat ini mungkin bisa membatu Sobat lebih paham tentang masalah Investasi, merencanakan keuangan dan membantu Sobat untuk memulai bisnis baru. ~Salam Trader Indonesia~.
Iklan
Berita
Apa Itu Google Panda, Dan Dampak Terhadap Blog Yang Melanggar
Apa itu Google Panda? Beberapa bulan terakhir ini blogger di seluruh dunia mulai dikejutkan dengan lahirnya para pasukan pembasmi situs ke dunia maya. Situs-situs yang biasa bertengger di halaman utama Google mulai beranjak meninggalkan singgasananya
Berita
Cara Pengaturan Masalah sellers.json di Google Adsense
Begini toh cara mengatasinya
Berita
Cara Pembuatan Halaman Disclaimer dan Privacy Policy sebuah Blog Beserta Kegunaannya
Bagaimanakah cara membuat halaman disclaimer dan juga privacy policy pada sebuah blog beserta kegunaannya
Berita
Berikut 3 Panduan untuk Menulis Artikel SEO Friendly
Apakah kalian masih bingung bagaimana cara penulisan artikel SEO Friendly di artikel? berikut adalah panduan dan cara menulis artikel agar lebih Bagus dan SEO di mata google
avatar
Bian
[Administrator - Netizen]
Hallo @CahyoKusuma, tidak. Dalam pengembangan naskah (bahkan sebelum penulisan naskah), act (babak) itu penting, karena akan jadi penentu penulis dalam menentukan struktur cerita.

Akan tetapi saat syuting, slate (nomor jumlah shot) lebih penting ditulis di clapper-board, karena membantu editor mengidentifikasi shot. Menulis act (babak) di clapper board, tidak membantu editor, karena editor bekerja dengan naskah yang hanya bertuliskan nomor scene (adegan). Semoga membantu!
avatar
CahyoKusuma
[Author - Netizen]
Slate itu bisa diganti sama act gak ya? Soalnya di naskah urutannya act>scene>shot>take 😋
avatar
Fendy
[Author - Netizen]
Asiap, paham gw.. 😉
avatar
Alizen
[Author - Netizen]
Sederhananya begini: kamu mau ambil sebuah shot (dari satu angle), maka kamu gunakan kesempatan beberapa kali take untuk hasil yang paling memuaskan. Nah, kalau slate itu semacam identitas, hari pertama syuting sampai hari terakhir, ‘angka slate’ akan naik terus dan gak akan pernah sama. Semoga menjawab ya! 😄
avatar
Zefta
[Author - Netizen]
Ak masih bingung yg di maksud shot dan take itu apa??? 😔
Kalau slate itu pengambilan dr rekaman yg pertama dan terakhir kan??? 😊
atau untuk menulis komentar

ATURAN KOMENTAR

MOHON UNTUK SELALU MENGGUNAKAN ALAMAT EMAIL YANG VALID ( AKTIF ) AGAR KAMI DAPAT MEMBALAS KOMENTAR SOBAT.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dan sopan. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

rb1
rb1
Room

rb2
rb2
Premium

SPONSOR
BERITA ACAK
Gerbang Kota - Cerpen
Gerbang Kota - Cerpen - Medialova...
Review Teman Tapi Menikah 2
Yuk tonton Teman Tapi Menikah 2 #DirumahAja...
Ingin Kuku Terlihat Cantik? Inilah Tips Merawat Kuku
Kuku adalah salah satu bagian tubuh yang sering menjadi perhatian karena mencerm...
Jasa Pembuatan Aplikasi Android
Terima jasa pembuatan aplikasi Android....
PENULIS
Admin
memiliki 9 artikel
Bian
memiliki 39 artikel
Arum
memiliki 21 artikel
Erwin
memiliki 17 artikel
Zefta
memiliki 16 artikel
Pluto
memiliki 20 artikel
Bangbang
memiliki 12 artikel
Wulan
memiliki 10 artikel
Irta
memiliki 16 artikel
Nadia
memiliki 10 artikel
Kirana
memiliki 6 artikel
Bimo
memiliki 14 artikel
Lutfie
memiliki 13 artikel
Burhan
memiliki 14 artikel
MasGun
memiliki 10 artikel
Fendy
memiliki 20 artikel
Satrio
memiliki 14 artikel
Sukma
memiliki 7 artikel
Sela
memiliki 9 artikel
Medialova
memiliki 13 artikel
Farida
memiliki 13 artikel
MediaNews
memiliki 15 artikel
Annisa
memiliki 9 artikel
Indah
memiliki 12 artikel
Intermezzo
memiliki 11 artikel
AndreSugara
memiliki 3 artikel
Feronica
memiliki 6 artikel
Ayoe
memiliki 6 artikel
Iqbal
memiliki 10 artikel
Malihah
memiliki 5 artikel
Drakor
memiliki 182 artikel
Fuad
memiliki 6 artikel
Alizen
memiliki 22 artikel
Syamsul
memiliki 9 artikel
Fauzi
memiliki 10 artikel
Oman
memiliki 8 artikel
Bayu
memiliki 7 artikel
Fauzan
memiliki 20 artikel
IqbalFauzi
memiliki 18 artikel
Tiara
memiliki 16 artikel
Fitria
memiliki 11 artikel
Staff
memiliki 8 artikel
Gabrielle
memiliki 8 artikel
Roby
memiliki 4 artikel
BeritaPolri
memiliki 9 artikel
Panestika
memiliki 3 artikel
Anggi
memiliki 7 artikel
Maulida
memiliki 121 artikel
Saktiprayoga
memiliki 209 artikel
Janeta
memiliki 8 artikel
Fanisari07
memiliki 32 artikel
Nabila
memiliki 21 artikel
Yudi1998
memiliki 51 artikel
HengkiSEO
memiliki 19 artikel
Destria
memiliki 4 artikel
wi
Widaulfatum
memiliki 3 artikel
Anisaa
memiliki 44 artikel
rb2 rb3