Jan 20, 2020 - 21:57
pb1
post image

Interview 1917, Film Perang Yang Menuai Pujian

Mengambil setting waktu semasa Perang Dunia I, cerita dalam 1917 difokuskan pada dua prajurit dari ketentaraan Inggris, yang bertugas mengantarkan pesan penting kepada pasukan mereka. Namun, misi yang mereka terima adalah misi bunuh diri, karena mereka harus menembus pertahanan musuh! Selain dari performa para cast yang apik, 1917 mendapat pujian dari para kritikus serta moviegoer berkat kemampuan sang sutradara Sam Mendes, dalam menampilkan adegan peperangan yang mengesankan.

Film 1917 sudah dirilis pada tanggal 19 Desember 2019 lalu, tapi di Indonesia pemutarannya baru diadakan pada tanggal 22 Desember di CGV. Padahal, film buatan sutradara Sam Mendes ini begitu ditunggu-tunggu. Akhirnya, beberapa waktu lalu CGV mengadakan special screening di Grand Indonesia, dan mengundang sejumlah tamu istimewa untuk menonton 1917. Dan Melovers berkesempatan mewawancarai beberapa di antaranya untuk memberikan kesan setelah menonton film ini. Ingin tahu seperti apa?

INTERVIEW BERSAMA Mr. HARIMAN CHALID


(C): Hi teman-teman Melovers. Kami berkesempatan untuk ngobrol langsung bersama Public Relation Manager CGV, mas Hariman. Mas, kami punya beberapa pertanyaan nih Hariman (H): Mudah-mudahan bisa jawab.


C: Seputar film 1917 itu sendiri, dan seputar CGV. Yang pertama, apa alasan 1917 itu eksklusif diputar di CGV? H: Sebenarnya kita kerja sama dengan CBS Picture sudah lama. Jadi, ketika mereka menawarkan 1917, ya kita terima. Kualitas film yang didistribusikan oleh CBS Picture sudah terbukti kualitasnya.

C: Film ini kan memenangkan Golden Globe di awal Januari kemarin
H: Dua Golden Globe. Yang pertama Best Director untuk Sam Mendes, dan Best Picture untuk kategori film drama. Jadi alhamdulilah, pilihan kita untuk mengambil 1917 tepat.

: Kami pribadi sudah menunggu film ini dari bulan Desember lalu, dan di Indonesia baru tayang tahun 2020. Tapi alhamdulilah, CGV sendiri membuktikan kualitasnya dengan showing film-film berkualitas seperti ini H: Sebenarnya gak mengulur-ulur waktu, tapi ada beberapa alasan untuk menayangkan 1917 di awal tahun 2020 ini. Salah satunya karena ada Globe Awards, dan sebentar lagi ada Academy Awards. Alhamdulilah untuk 1917 ini juga nominasinya ada 10 kategori di Academy Awards, jadi kita menunggu itu. Mudah-mudahan hasilnya cukup baik, dan 1917 dapat diterima baik oleh masyarakat.

C: Untuk ke depannya, apakah film-film berkualitas seperti ini, yang mendapat banyak penghargaan di luar negeri, akan terus diputar di CGV?
H: Oh, pastinya. Ini sesuai dengan konsep kita, cultureplex yang tidak hanya menayangkan film-film luar negeri, tapi film-film dalam negeri kita angkat, film-film internasional dari Korea, Jepang, semuanya kita treat equal.
C: Nah, sekarang pertanyaan untuk CGV. Kami ingin tahu visi dan misi CGV memperluas gerainya di Indonesia, ada berapa itu? H: Saat ini hingga Januari 2020, kita sudah buka di 67 lokasi, ada di 34 kota, dan 16 provinsi di Indonesia.

C: Visi dan misi ke depannya?
H: Visi-misi ke depannya, kita masih akan terus berekspansi ke sejumlah daerah. Kita ingin menyamaratakan bioskop tidak hanya di kota-kota besar, tapi istilahnya kota-kota pilar kedua di Indonesia. Kita sudah hadir di Probolinggo misalnya, Mojokerto, Cirebon, paling jauh itu di Mataram, Manado, Makassar. Jadi kita ingin menjangkau daerah-daerah di luar Indonesia selain di Jakarta.

C: Lalu, segmen penonton yang dikhususkan oleh CGV sendiri, apakah ada targetnya?
H: Sebenarnya millenial ya, ini dari kelahiran 78 sampai 95 lah. Sesuai dengan konsep kita, cultureplex, CGV tidak hanya ditujukan untuk menonton film, tapi ruang untuk seni, budaya. Jadi semua bisa dilakukan di CGV, dari konser musik sampai acara-acara kantor, press conference juga bisa dilakukan di sini.

: Bagaimana tanggapan mas Hariman sebagai PR CGV, mengenai layanan streaming online bagi pencinta film untuk menikmati film lewat ponsel mereka?
H: Silakan saja, gak apa-apa. Tapi menonton di Cinema itu suasananya berbeda, karena kita mempunyai kualitas layar, kualitas audio-video, sound system, itu tentunya berbeda dari menonton via mobile. C: Terus, apakah CGV telah mengadaptasi local content di Indonesia, seperti makanan-makanan lokal mungkin?
H: Kita ini di Jakarta sudah ada CGV Kitchen yang menawarkan makanan Indonesia, tidak hanya makanan dari Internasional. Bahkan masakan-masakan Indonesianya paling laku di sini. Jadi silakan, kami sudah ada di beberapa lokasi, misalnya di GI, Central Park, Pacific Place.

C: Oke mas Hariman. Terima kasih atas waktunya

INTERVIEW BERSAMA BAYU OKTARA



(C): Nah, sekarang kami sedang berbincang dengan mas Bayu Oktara mengenai film tadi (1917-red). Kami ingin tahu, apa alasan menonton film tadi?
Bayu Oktara (B): Karena film ini banyak mendapat penghargaan di Amerika, di Inggris, dari segi sinematografi. Kemudian best picture juga, penyutradaraan juga, jadi ada banyak banget alasan untuk menonton film 1917 ini.

C: Tadi filmnya membuat kita deg-degan, one take long shoot. Bagaimana kesannya?
B: Pengalaman yang baru ya, soalnya ini gak akan bisa diulang lagi kalau sekalinya salah. Tapi Sam Mendes memang punya pengalaman di teater ya, dan didukung dengan alat-alatnya yang canggih, ini bikin kita penontonnya bisa nonton dengan cara yang berbeda sih.

C: Mas Bayu sendiri menjagokan film ini untuk memenangkan Oscar?
B: Gw menjagokan film ini untuk Oscar sih. Kalo biasanya kita disuguhi film Perang Dunia ke-2, ini Perang Dunia pertama dan keren banget plot, setting, pengambilan gambarnya, tekniknya. Sam Mendes tuh benar-benar menunjukkan kualitasnya tuh layak banget gitu. Sering dapet penghargaan Oscar juga kan.

C: Iya, seperti dalam American Beauty. Ia juga jago memainkan emosi penontonnya
B: Betul banget.

C: Terasa sekali kan suasana perang di film itu?
B: Banget. Penonton dibawa tegang, marah, kesel, takut, ketawa, kasian, bertanya-tanya, dan akhirnya ending filmnya tuh meninggalkan perasaan yang…lu bisa bayangkan kalo lu ada di tengah situ, gitu.

C: Kita diajak untuk ikut merasakan kelamnya Perang Dunia pertama, setuju?
B: Believable.
C: Oke, terakhir nih. Dari 1 sampe 10, kasih nilai berapa buat filmnya?
B: 9…setengah. Film ini nyaris sempurna sih.
C: Oke, terima kasih mas Bayu untuk waktunya.
INTERVIEW BERSAMA ROBERT RONNY

Melovers (C): Kami mau bertanya sedikit nih, alasan mas Robert menonton film ini apa?
Robert Ronny (R): Karena jelas tertarik ya, menang Golden Globe, terus nominasi 10 Academy Award. Must see film, lah.

C: Oke. Long take one shoot, experience baru dalam menonton film. Anda setuju?
R: Sebenernya gak juga. Akhir-akhir ini memang jarang dipakai, tapi sebenernya dari dulu-dulu sudah dipakai di beberapa film, kayak Rope-nya Hitchcock. Tapi untuk film dengan kualitas sekompleks film perang memang something yang baru, ya. Sebenarnya kan bukan long take one shoot aja, ada seamless editing istilahnya, tapi technically marvelous.

C: Lalu, kesannya setelah nonton ini apa?
R: Saya sih feeling film ini akan menang Best Picture di Academy Award.
C: Berarti mendukung film ini untuk menang?
R: Ya, saya rasa sih film ini it’s a very moving and intense war film.
C: Setuju atau tidak, kalau film ini berhasil menyuguhkan seberapa kelam dan seberapa menyeramkannya Perang Dunia 1? R: Sebenarnya gak sih, karena dari rating-nya saja cuma PG-13. Tapi cukup strong, apalagi kalo masih anak remaja yang nonton. Kerasa ya, sudah cukup untuk menggambarkan kengerian perang sih.

C: Dari 1 sampai 10, mau kasih nilai berapa untuk film ini?
R: Kasih nilai 9 deh.
C: Oke, terima kasih atas waktunya mas

Suka dengan artikel ini ? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya :)

Sukai Medialova

Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
Ini adalah artikel dari komunitas Medialova dan telah disunting sesuai standar penulisan kami. Andapun bisa membuatnya disini.
atau untuk menulis komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.*
MODERATOR: Vioza, Agez, Feronica
TEAM EDITOR: Bian, Ayoe, Roys
Iklan

Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke keluarga, sahabat,
teman, pacar atau bisa juga kalian share ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn
.
Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM!
tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)

Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Medialova, jika mengambil isi konten dari
Medialova, harap mencantumkan sumber konten link website Medialova. Seluruh isi konten
Medialova, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) medialova.com.

Kerjasama

info[at]medialova.com
sales[at]medialova.com
Author
Farida Yanti Penulis Terverifikasi Konten Redaksi Medialova
Iklan
Berita
Rookie Historian Goo Hae Ryung Drakor Baru Bergenre Romance!
Rookie Historian Goo Hae Ryung Drakor Baru Bergenre Romance!
Berita
Lana Condor Akan Membintangi Film Moonshot
Lana Condor Akan Membintangi Film Moonshot
Berita
Pemenang Oscar, Barry Jenkins Bersama dengan Leonardo DiCaprio Membuat Ulang Film Dokumenter ‘Virung
Pemenang Oscar, Barry Jenkins Bersama dengan Leonardo DiCaprio Membuat Ulang Film Dokumenter ‘Virunga’ untuk Netflix
Berita
Iqbaal Ramadhan Kini Hadir Kembali dan Siap Tayang di Film Ali & Ratu-Ratu Queens
Iqbaal Ramadhan - Ali & Ratu-Ratu Queens
atau untuk menulis komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.*

NB:

MOHON UNTUK SELALU MENGGUNAKAN ALAMAT EMAIL YANG VALID ( AKTIF ) AGAR KAMI DAPAT MEMBALAS KOMENTAR SOBAT. JIKA ALAMAT EMAIL TIDAK VALID, MAAF! KAMI TIDAK DAPAT MERESPON KOMENTAR SOBAT. TERIMA KASIH. *
rb1
LiveChat

Sponsor
Sponsor
Sponsor
Iklan
Iklan

SPONSOR
BERITA ACAK
Drakor My Country, Serial Baru yang Dibintangi Yang Se Jong dan Woo Do Hwan
Drakor My Country, Serial Baru yang Dibintangi Yang Se Jong dan Woo Do Hwan...
Drakor Baru The Great Show, Dibintangi Song Seung Hun dan Lee Sun Bin
Drakor Baru The Great Show, Dibintangi Song Seung Hun dan Lee Sun Bin...
Film Terbaru "Pandemic" - Perjuangan Dunia Melawan Virus
Film Pandemic 2020...
Trailer Film Train to Busan 2: Peninsula Dirilis!
Trailer Film Train to Busan 2: Peninsula Dirilis!...
rb2

CHAT