Jul 04, 2020 - 03:28
pb1
post image

Sulit Diatur? Begini Cara Atasi Kecanduan Gadget Pada Anak

Ketika penggunaan gadget membuat Si Kecil menjadi lupa makan, malas pergi ke sekolah, hingga marah dan menangis saat gadgetnya diambil, bisa jadi ia sudah mengalami kecanduan gadget. Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele, Bun. Oleh karena itu, Bunda perlu mengatasinya dengan cara yang tepat.

Sebenarnya, banyak hal yang bisa dipelajari oleh anak melalui gadget, mulai dari bagaimana cara menari hingga cara membuat macam-macam prakarya. Selain itu, gadget juga bisa menjadi sarana hiburan bagi anak karena terdapat beragam games yang bisa dimainkan.

Foto: Berbagai sumber

Namun, jika terlalu sering main gadget, apalagi tanpa pengawasan, anak bisa kecanduan gadget, lho, Bun. Hal ini dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang dan kehidupan sosial anak.

Atasi Kecanduan Gadget pada Anak dengan Cara Ini
Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa diterapkan untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak:

1. Jadi contoh yang baik untuk anak
Anak-anak kerap mengambil pelajaran dari lingkungan sekitarnya, tak terkecuali mengenai kebiasaan menggunakan gadget orang tuanya. Jika Bunda masih sering bermain gadget di depannya, Si Kecil juga akan meniru kebiasaan tersebut. Jadi mulai sekarang, usahakan untuk tidak sibuk dengan gadget saat sedang bersama Si Kecil, ya, Bun.

2. Batasi dan awasi penggunaan gadget pada anak
Untuk mengatasi kecanduan gadget pada Si Kecil, waktu mengakses gadget harus dibatasi, ya. Bunda bisa memberi waktu 1โ€“2 jam dalam sehari untuk Si Kecil menggunakan gadget. Selain itu, awasi juga Si Kecil saat bermain gadget, supaya ia tidak mengakses konten pornografi atau kekerasan.

Foto: Berbagai sumber

Dalam menerapkan batasan ini, Bunda perlu bersikap tegas, ya. Latih Si Kecil untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum bermain gadget dan mengembalikannya dengan baik setelah selesai digunakan. Simpanlah gadget di tempat yang tidak diketahui oleh Si Kecil sehingga ia tidak bisa menggunakannya tanpa seizin Bunda.

3. Buat aktivitas menyenangkan bersama anak
Buatlah aktivitas menyenangkan agar pikiran Si Kecil teralihkan dari gadget. Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk bersepeda atau lari pagi, memasak bersama, menggambar atau mewarnai bersama, atau berkebun di pekarangan rumah.

Selain itu, ajaklah Si Kecil ke taman dekat rumah supaya ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Bila perlu, Bunda bisa mengundang anak-anak di lingkungan sekitar untuk berkunjung ke rumah dan bermain bersama Si Kecil. Selain membuatnya lupa dengan gadget, cara ini bisa meningkatkan interaksi sosial Si Kecil.

4. Tetapkan wilayah bebas gadget di rumah
Bunda bisa menetapkan tempat-tempat bebas gadget di dalam rumah, misalnya ruang makan, ruang keluarga, atau kamar tidur. Artinya ketika berada di dalam ruangan ini, siapa pun tidak boleh menggunakan gadget. Pastikan Bunda dan Ayah juga menaati aturan tersebut, ya.

5. Beri tahu anak bahaya menggunakan gadget terlalu lama
Bunda bisa membahas mengenai risiko terjadinya obesitas atau sakit mata jika Si Kecil lebih sering duduk bermain gadget dan jarang bermain ke luar rumah. Selain itu, jelaskan pada Si Kecil dengan bahasa yang mudah bahwa gadget dan internet bisa menjadi tempat yang berbahaya untuknya, apalagi jika Si Kecil juga bermain di media sosial.

Tidak masalah membahas mengenai orang jahat yang beraksi melalui media sosial, asalkan Bunda juga mendiskusikan bersama-sama bagaimana cara menghindari masalah tersebut, misalnya dengan menyepakati bahwa penggunaan gadget harus selalu diawasi. Pastikan Si Kecil tetap merasa aman dan tidak jadi khawatir berlebihan.

Foto: Berbagai sumber

Langkah-langkah di atas memang perlu Bunda lakukan untuk membatasi penggunaan gadget Si Kecil. Namun, usahakan untuk tidak memarahi atau meneriaki Si Kecil saat ia sedang mengeyel. Alih-alih memahami maksud Bunda, Si Kecil justru bisa mengalami trauma yang dapat mengganggu kesehatan mentalnya.

Perlu diingat bahwa Si Kecil belum tentu langsung setuju dan terbiasa dengan aturan-aturan baru mengenai gadget ini. Jadi, Bunda memerlukan kesabaran ekstra untuk berkompromi dengannya. Pastikan juga anggota keluarga lain bekerja sama untuk membantu Bunda dalam hal ini, ya.

Jika setelah menerapkan langkah di atas Si Kecil masih saja tidak bisa lepas dari gadget atau mungkin mulai mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi di sekolah, jangan ragu membawa Si Kecil ke psikolog agar ia bisa mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi kecanduan gadget.

Suka dengan artikel ini ? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya :)

Sukai Medialova

Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
atau untuk menulis komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.*
Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM! tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)
Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke keluarga, sahabat, teman, pacar atau bisa juga kalian share ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn.
Ini adalah artikel dari komunitas Medialova dan telah disunting sesuai standar penulisan kami. Andapun bisa membuatnya disini.
Penayang artikel dari pengguna Medialova yang diposting di halaman M-story yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Medialova, jika mengambil isi konten dari Medialova, harap mencantumkan sumber konten link website Medialova. Seluruh isi konten Medialova, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) medialova.com.

DISCLAIMER

MODERATOR: Vioza, Agez, Feronica
TEAM EDITOR: Bian, Ayoe, Roys
MediaLova
Rilis 25/07/2020 - v.1.0.8
Iklan
Kerjasama

medialova.com[at]gmail.com
Author
Arum Penulis Terverifikasi Konten Redaksi Medialova
Iklan
Berita
7 Ciri-ciri Pengusaha Sukses
7 Ciri Pengusaha Sukses.
Berita
SYCA Official Makin Mantap Perdalam Strategi
Kantongi Pendanaan Awal dari Salt Ventures, SYCA Official Makin Mantap Perdalam Strategi โ€œDirect-to-Consumerโ€.
Berita
5 Alasan Lain Kenapa Drama 'It's Okay to Not Be Okay' Patut Ditonton
Selain Pesona Kim Soo Hyun, Ini 5 Alasan Lain Kenapa Drama 'It's Okay to Not Be Okay' Patut Ditonton.
Berita
9 Cara Mendapatkan Keberuntungan Dalam Hidup
Banyak mungkin orang yang berfikir bahkan protes kenapa hidup orang lain lebih beruntung? Kenapa dia yang anda anggap usahanya biasa-biasa saja namun malah lebih besar hasilnya? Kenapa dan kenapa orang lain lebih beruntung dibandingkan dengan anda.
atau untuk menulis komentar

ATURAN KOMENTAR

MOHON UNTUK SELALU MENGGUNAKAN ALAMAT EMAIL YANG VALID ( AKTIF ) AGAR KAMI DAPAT MEMBALAS KOMENTAR SOBAT.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.*

rb1
LiveChat

Sponsor
Sponsor
Sponsor
Iklan
Iklan

SPONSOR
BERITA ACAK
4 Cara untuk Menemukan Peluang Dalam Kesulitan
Klasik self-help 'Think and Grow Rich' keluar pada tahun 1937, tahun penganggura...
Cara Menilai Kepribadian Seorang Pria
Cara Menilai Kepribadian Seorang Pria...
Gal Gadot Digadang Untuk Membintangi Proyek Film Aksi Mata-Mata Dari Penulis The Old Guard
Gal Gadot Digadang Untuk Membintangi Proyek Film Aksi Mata-Mata Dari Penulis The...
Penanganan COVID-19 Lindungi Anak dari Pandemi (3X3 Ala Satgas)
Dokter Reisa Broto Asmoro, Penanganan COVID-19 Lindungi Anak dari Pandemi....
rb3