Viral Tiktok Gus Taqut Samakan Azan Dengan Gonggongan Anjing

Posted on

MediaLova.com – Hallo sobat apa kabarnya pada kesempatan hari ini admin akan memberikan kalian sebauh informasi viral mengenai Gus Yaqut Samakan Azan Dengan Gonggongan Anjing, untuk informasi lebih lanjutnya silahkan simak saja penjelasanya di bawah ini.

Gus Yaqut Samakan Azan Dengan Gonggongan Anjing

Surat edaran mentri agama tersebut turut mengatur soal penggunaan pengeras suara sebelum azan.

Sebelum azan Subuh, pembacaan Al-Quran atau selawat maupun tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar dalam jangka waktu paling lama 10 menit.

Sedangkan pelaksanaan salat Subuh yang mencakup zikir, doa, dan kuliah subuh menggunakan pengeras suara dalam.

Sebelum azan Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan salat Jumat, pembacaan Al-Quran atau salawat maupun tarhim dapat menggunakan pengeras suara luar paling lama 5 menit.

Khusus untuk Salat Jumat, penyampaian pengumuman termasuk khotbah Jumat, zikir dan doa, menggunakan pengeras suara dalam.

Sedangkan selama bulan Ramadhan, SE ini mengatur penggunaan pengeras suara di bulan Ramadan baik dalam pelaksanaan Salat Tarawih, ceramah/kajian Ramadan, dan tadarrus Al-Qur’an menggunakan Pengeras Suara Dalam.

Takbir pada tanggal 1 Syawal/10 Zulhijjah di masjid /musala dapat dilakukan dengan menggunakan Pengeras Suara Luar sampai dengan pukul 22.00 waktu setempat dan dapat dilanjutkan dengan Pengeras Suara Dalam.

Pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Choli Qoumas soal aturan toa atau pengeras suara di masjid dan musala menjadi polemik. Menag Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan tentang aturan azan dengan pengeras suara, kemudian di dalam penjelasannya membuat analogi gonggongan anjing.

Pernyataan Menag Yaqut saat ditanyai soal aturan azan di Gedung Daerah Provinsi Riau, Rabu, 23 Februari 2022 itu disoroti berbagai pihak. Anggota DPR-RI Fraksi PPP, Iip Miftahul Khoiry menyayangkan pernyataan Menag Yaqut terkait hal tersebut.

“Saya merasa pernyataan Menag yang mensejajarkan kumandang azan dengan gonggongan anjing sebagai pernyataan tidak bijak dan hanya memancing kegaduhan. Azan itu tidak bisa di bandingkan dengan suara apapun,” ujar Iip.

Anggota DPR RI dapil Banten ini mengatakan, ada sensitivitas di kalangan umat Islam tentang hal-hal yang terkait dengan agama.

“Maka pilihan diksi dan contoh-contoh kejadian dalam komunikasi publik para pejabat negara mesti hati-hati. Tidak elok menasbihkan azan dengan gonggongan anjing,” ujar Iip.

“Saya meminta menteri agama untuk segera mengklarifikasi,” sambungnya. Di kalangan umat muslim, lanjut Iip, terdapat dogma atau kepercayaan yang kuat terkait bab keagamaan yang sensitif apabila diusik apalagi jika sampai dilarang. “Termasuk soal aturan azan. Seandainya perlu diatur pun harus disampaikan secara bijak, penuh kehati-hatian. Jangan sampai membuat contoh atau analogi yang menyinggung, menyudutkan dan membuat gaduh,” ujarnya

Bagi sobat yang ingin meliat video nya silahakn klik saja video di bawah ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published.